Berita Daerah

Kunjungan Kerja Perorangan di Daerah Pemilihan, Mangihut Sinaga Jadi Narasumber di Seminar Pendidikan Pematangsiantar

91
×

Kunjungan Kerja Perorangan di Daerah Pemilihan, Mangihut Sinaga Jadi Narasumber di Seminar Pendidikan Pematangsiantar

Sebarkan artikel ini
Gbr : Mangihut Sinaga Anggota DPR RI Komisi III jadi Pembicara dalam aara seminar pendidikan PGRI Pematangsiantar.

JurnalisIndoNews.com|Pematangsiantar – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar, Mangihut Sinaga, S.H., M.H., menegaskan pentingnya peningkatan perlindungan hukum bagi para guru dalam menjalankan tugas profesional. Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam Seminar Pendidikan PGRI Kota Pematangsiantar yang dihadiri kurang lebih 1.000 partisipan di Aula SMK Swasta Bintang Timur, Jumat (21/11/2025), yang merupakan bagian dari agenda Kunjungan Kerja Perorangan di daerah pemilihan Sumatera Utara III.

Seminar yang digelar dalam rangka menyambut HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025 ini mengangkat tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju Bersama PGRI Mewujudkan Indonesia Emas.” Acara dihadiri ratusan guru se-Kota Pematangsiantar, serta unsur pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan pendidikan.

Mangihut Sinaga: Guru adalah Profesi Mulia yang Harus Dilindungi Negara

Dalam pemaparannya, Mangihut menekankan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan keamanan, martabat, dan kepastian hukum bagi setiap guru.

“Perlindungan hukum bagi guru adalah hak yang dijamin negara. Guru harus bisa menjalankan tugasnya dengan aman, bermartabat, dan bebas dari tekanan pihak mana pun,” tegas Mangihut.

Gbr : Mangihut Sinaga memberikan pemaparan dalam aara Seminar pendidikan PGRI Pematangsiantar.

Ia menjelaskan bahwa dalam banyak kasus di lapangan, guru kerap menghadapi tekanan, intimidasi, bahkan kriminalisasi saat menjalankan kewajiban mendidik. Karena itu, ia menilai perlu ada penguatan perangkat hukum, sosialisasi yang masif, dan pendampingan yang jelas agar guru tidak dibiarkan menghadapi persoalan seorang diri.

“Guru memiliki posisi strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika guru merasa tidak aman, maka kualitas pendidikan akan terdampak langsung. Negara harus hadir memberi perlindungan nyata, bukan hanya aturan di atas kertas,” tambahnya.

Sebagai anggota Komisi III yang membidangi bidang hukum, HAM, dan keamanan, Mangihut menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada guru, termasuk dalam penyempurnaan regulasi di pusat dan pengawasan implementasi di daerah.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi yang diwakili oleh Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Lahiri Amri Ghoniyu Hasibuan, SSTP, MAP, menyampaikan bahwa kualitas Guru adalah fundasi utama dalam mewujudkan Pendidikan yang unggul.

Kata Lahiri, Pemerintah Kota berkomitmen meningkatkan mutu Pendidikan melalui perbaikan sarana prasarana, penguatan kompetensi Guru, dan perluasan akses Pendidikan yang inklusif.

Ketua PGRI Kota Pematangsiantar Masa Bakti XXIII Tahun 2025 – 2030, Drs. Risbon Sinaga, M.M,  mengucapkan selamat datang kepada Wali Kota Pematangsiantar yang diwakili Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Lahiri Amri G. Hasibuan, S.STP, dan kedua narasumber, Mangihut Sinaga, S.H, M.H, Anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi Partai Golkar dan Ir. Drs. Robert Tua Siregar M.Si, Ph.D, Ketua Pusat Unggulan Iptek Bina Ruang Universitas Prima Indonesia, serta Dr Marisi Butarbutar.

Risbon juga menyapa undangan yang hadir diantaranya, Alfonso Sinaga, Anggota Komisi II DPRD Pematangsiantar, Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur Sitinjak SH, SIK, MH, perwakilan Kajari Pematangsiantar, Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara, August Sinaga, S.Pd, MAP, Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) pada Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Prima Novi Andi, SH, MM dan Pengurus YPK St. Laurentius Pematangsiantar, Dobes Tamba serta para Guru.

Tak luput, Risbon juga mengucapkan terimakasih kepada para panitia yang gerak cepat mempersiapkan kegiatan seminar ini.

Gbr : Drs. Risbon Sinaga ketua PGRI Pematangsiantar masa bakti 2025-2030 memberikan kata sambutan dalam acara seminar pendidikan PGRI Pematangsiantar.

Lanjutnya, bahwa panitia HUT PGRI Ke-80 dan HGN Tahun 2025 Kota Pematangsiantar juga telah melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya aksi donor darah, bekerjasama dengan PMI dan juga pengobatan gratis, kemudian lomba senam Anak Indonesia Hebat. “Dan telah terbentuknya Pengurus PGRI di delapan kecamatan,”ujarnya.

Risbon mengajak para Guru untuk meningkatkan solidaritas, menaikkan marwah Guru dan mengingatakan para Guru agar tetap disiplin sehingga benar – benar menjadi contoh dan teladan di masyarakat.

“Saya juga bisa begini karena jasa Bapak Ibu Guru,”ujar Risbon bersemangat.

Dengan adanya seminar ini, lanjutnya, diharapkan para Guru memahami tentang hukum dan tidak mengalami kriminalisasi seperti yang terjadi di beberapa daerah.

Ketua PGRI Pematangsiantar ini juga mengharapkan dukungan dari semua pihak agar Guru terhindar dari kriminalisasi dan memiliki kompetensi yang lebih baik. (JIN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *