JurnalisIndoNews|Simalungun – Sejak 10 tahun yg lalu saya sudah mengenal sosok DR. H. Anton Achmad Saragih, orangnya ramah dan mudah tersenyum, tidak paham berneko-neko dan selalu berbicara apa adanya. Berulang kali saya sampaikan bahwa ANTON ACHMAD SARAGIH itu terlalu baik sebagai seorang pemain politik. Ia bahkan bukan seorang politisi. Ketulusannya sering disalah artikan oleh lawan politiknya. Beliau kerap kali dihujat, dihina dan difitnah tapi kelembutan hatinya membuat beliau tetap optimis untuk bisa memberikan pelayanan terbaiknya untuk masyarakat.
Lalu sebagai seorang umat muslim yang taat, saya melihat, sosok H Anton Saragih adalah sebagai oase. Dia tak punya ambisi berlebihan. Hidupnya sudah selesai di usai 65 tahun saat ini. Sama halnya dengan Presiden kita saat ini, Bapak H. Prabowo Subianto yang kemudian diberi mandat oleh rakyat untuk memimpin negeri ini di usia 72 Tahun.
Kepada saya, usai suatu pertemuan dengan masyarakat di suatu kecamatan beliau bilang, hanya ingin berbuat yang terbaik untuk kampung halamannya Kabupaten Simalungun. Dia memang tak sempurna. Tak pintar berkata-kata bahkan retorikanya pun bisa dibilang pas-pasan. Tapi hebatnya, H Anton Saragih selalu ingin berbuat kebaikan kepada siapapun.
Sholat lima waktu berjemaah di masjid menjadi kebiasaan H Anton Saragih. Dia mendatangi masjid-masjid tanpa maksud berkampanye. Apalagi jika dituding menggunakan politik identitas. Dia juga tak meminta dukungan di masjid, tapi jamaah di masjid malah bersuara mendukungnya. Dia hanya berikhtiar sembari memanjatkan doa, jika kelak diberi amanah untuk memimpin Simalungun, maka tugasnya hanya ingin berbuat kebaikan (JiN)
#semangatbaru #simalungun #antonsaragih #hajiantonsaragih #antonbenny












