JurnalisIndoNews |Simalungun – Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai Silau Tua menjadi polemik dan perbincangan hangat di tengah masyarakat Nagori Jawa Baru, Kec. Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun,
Hal itu disampaikan oleh warga masyarakat Nagori Jawa Baru, warga keberatan pembangunan Perkuatan Tebing Sungai Silau yang memakan anggaran Rp. 3.257.899.000,-. bersumber dari APBD Provinsi Sumatra Utara, Karena bukan pembangunan itu yang menjadi prioritas bagi masyarakat, dan sama sekali tidak berdampak, sejak dulu masyarakat selalu mengusulkan untuk pembangunan Jembatan sejak 20 Tahun silam, apalagi jembatan itu telah ambruk, padahal Jembatan itu sangat diperlukan oleh masyarakat untuk akses anak sekolah saat pergi sekolah, dan aktifitas masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian, dan jembatan itu merupakan penghubung kabupaten Simalungun dengan Kabupaten Asahan, namun sangat disayangkan usulan pembangunan jembatan beralih menjadi Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai yang tidak berdampak bagi masyarakat Nagori Jawa Baru, karena Pembangunan itupun tidak pernah diketahui oleh masyarakat.
Saat awak media JurnalisIndoNews turun ke lokasi mendapatkan banyak aduan dan ketidakpuasan atas kinerja Kepala Desa Nagori Jawa Baru Novita Firdaus Simajuntak.
Masyarakat Kecamatan Hutabayu Raja, Simalungun, Sumatera Utara merasa sakit hati lantaran akses transportasi masyarakat, yakni Jembatan Silotuha yang sudah rusak parah tak kunjung dibangun, sebut warga.
Masyarakat berharap agar pemerintah turun ke lokasi dan mendengarkan permintaan masyarakat Nagori Jawa Baru, karena untuk sementara Pekerjaan tersebut sementara dihentikan oleh masyarakat dan sudah di setujui oleh Camat setempat, karena saat ini komunikasi masyarakat dengan Kepada Desa pun sudah tidak baik akibat bangunan itu.












