JurnalisIndoNews.com|Pematangsiantar – Didampingi tim kuasa hukumnya, Dahlia Siallagan yang merupakan Ibu kandung Jaka Jannes Malau (23) melakukan tabur bunga dan penyalaan lilin di lokasi yang diduga menjadi tempat penganiayaan putranya tersebut, Sabtu (27/6/2026).
Di tempat tersebut Dahlia dan tim kuasa hukumnya melakukan doa bersama dengan harapan kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian pada Putranya itu dapat terungkap secara terang benderang, tanpa ada yang ditutup tutupi.
“Saya berharap kasus kematian anak saya ini dapat terungkap dan proses hukum dapat berjalan dengan adil, transparan dan semua fakta yang terjadi pada saat itu segera terungkap,” bilang Dahlia usai seluruh rangkaian acara dilaksanakan.
Selain tabur bungan dan doa bersama, Dahlia juga menabur Padi dan Beras sebagai lambang kehidupan, kemakmuran, serta kasih sayang seorang Ibu yang telah membesarkan anaknya dengan penuh pengorbanan. “Taburan padi dan beras ini juga sebagai simbol doa agar Almarhum memperoleh kedamaian di sisi Tuhan, sekaligus ungkapan harapan agar kebenaran atas peristiwa yang merenggut nyawa anak saya dapat terungkap,” ucap Dahlia.
Gokma Sagala, salah seorang dari Tim Kuasa Hukum Dahlia Siallagan yang juga turut hadir dalam acara tersebut, membenarkan bahwa rangkaian tabur bunga dan doa bersama yang dilakukan sebagai harapan dan doa agar proses hukum atas kematian Jaka Malau dapat terungkap terang benderang.
“Ya benar, saat ini Saya pikir bukan hanya keluarga Almarhum Jaka Malau yang berharap kasus ini terungkap ya, tapi Publik yang mengetahui peristiwa ini berharap agar semua fakta dalam peristiwa itu dapat terungkap secara terang benderang tanpa ada yang harus ditutup tutupi, itu salah satu tujuan kegiatan tabur bunga yang kita lakukan hari ini,” pungkas Gokma.
Diketahui bahwa, Jaka Jannes Malau meninggal akibat penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok Oknum Ikatan Pemuda Karya (OKP) Pematangsiantar pada 28/5/2026. Peristiwa mengenaskan itu menjadi perhatian Publik karena pihak Kepolisian Pematangsiantar dituding lambat melakukan penanganan, sehingga akibatnya Warga pun menduga ada sesuatu yang sengaja disembunyikan. (JIN)












